Selamat Datang di Blog saya! Tuhan Memberkati...

SALAM DAMAI DALAM KASIH TUHAN SEMOGA BLOG INI BERMANFAAT GBU

Senin, 07 November 2011

Tuhan menyelamatkan segala bangsa!


Minggu 25 April 2010 (Jubilate: Marolob-olob)
Teks Ambilan              : Kis. 15:6-18
Sibasaon                      : Zefanya 3:14-20
Topik mingguan          : bersorak-sorailah bagi Allah hai seluruh bumi (Mzm 66:1)
                                       Minggu Hari Bumi se dunia
bahan sermon, 23 april 2010
Tuhan menyelamatkan segala bangsa!
1.      Kisah tentang Tuhan Yesus dalam sejarah Alkitab yang ditulis melalui Injil Sinoptik (Matius, Markus dan Lukas) dan Injil Yohanes, selanjutnya diteruskan melalui Kisah Para Rasul ini. Pelayanan Yesus Kristus diteruskan oleh para Murid/Rasul sesuai dengan amant agung dalam Mat.28:19-20.
2.      Buku Kisah Para Rasul ini merupakan satu-satunya kitab dalam Perjanjian Baru yang melanjutkan kisah tentang Yesus dalam tubuh Gereja Perdana. Dalam Kis. Ini, pembaca dapat menemukan hal-hal mendasar dalam pertumbuhan Gereja. Di dalamnya, semangat Injili tercermin dari seluruh kegiatan para Rasul, baik itu Petrus, Barnabas, Paulus, Timoteus, Silas dll.
3.      Di awal buku ini, pembaca mendapatkan kegairahan yang besar dari semangat Injil itu.  Hal itu dimulai ketika hari Pentakosta tiba (lih.Kis 2: saat para Murid dipenuhi oleh kuasa Roh Kudus), kemudian Khotbah Petrus (lih. Kis 2:14-47. Petrus berkhotbah tentang Yesus Kristus yang adalah Mesias. Dampaknya ada kira-kira 3000 orang member diri dibaptis, ay. 41).
4.      Kekristenan/Gereja mulai berkembang. Anggotanya juga terwakili oleh banyak latarbelakang suku, bangsa. Diantara mereka, tidak sedikit orang-orang Yahudi. Saat Gereja semakin plural, maka makna Gereja sebagai ekklesia yaitu: persekutuan yang dipanggil dari kegelapan menuju terang, mulai meyebar. Ekklesia tidak lagi terbatas di Yudea, Galilea, Samaria tapi sudah eksodus sampai ke kota-kota lain di Roma, Yunani dan ke seluruh penjuru dunia.
5.      Perjumpaan Gereja dengan berbagai macam latarbelakang ini, juga menghasilkan berbagai persoalan-persoalan dogmatis. Terutama, ketika kalangan Farisi Kristen berusaha memaksakan tradisi Sunat sebagai syarat keselamatan bagi orang-orang Kristen.
6.      Persoalan inilah yang membuat siding/konsili Yerusalem mengagendakan persoalan ini sebagai bagian dari pergulatan dogmatis dalam sejarah Gereja mula-mula. Persoalannya adalah apakah hal-hal seperti ini akan menghambat pertumbuhan Gereja dalm sukacitanya atau tidak, akan kita lihat dari bagian risalah siding itu dalam perikop ini.
7.      Materi Sidang: beberapa orang datang dari Yudea ke Antiokhia dan mengajarkan kepada orang di sana,” jikalau kamu tidak disunat menurut adat istiadat yang diwariskan oleh Musa, kamu tidak dapat diselamatkan” (15:1). Beberapa orang ini adalah dari golonngan Farisi, yang telah percaya. Mereka inilah yang memunculkan polemik sunat sebagai jalan keselamatan bagi Gereja.
8.      Ay.6. maka bersidanglah rasul-rasul dan penatua-penatua untuk membicarakan hal itu. Nampaknya, kasus sunat ini sudah masuk dalam pokok persoalan dogmatis dalam tubuh Gereja yang plural. Sunat tidak lagi menjadi issu tapi sudah mengarah kepada dikotomi Yahudi dan non Yahudi, selamat atau tidak selamat, sehingga menjadi agenda resmi dalam Konsili Yerusalem ini.
9.      Ay.7. agaknya persoalan ini memakan waktu yang lama [dalam teks: pertukaran pikiran = perdebatan]. Orang farisi pengusung Sunat sebagi jalan keselamatan dan yang menolak, agaknya mengalami perdebatan yang cukup lama dan sengit [ dari kata dasar bahasa Ibrani, Farisi berarti ‘dipisahkan’; maka menurut para Ahli, orang farisi adalah orang-orang yang memisahkan diri. Orang Farisi sering dijumpai dalam PB. Paulus pun menyebut dirinya sebagai orang Farisi (Flp.3:5), ciri khas kelompok ini adalah: memegang Taurat dengan teliti dan kuat. Melihat latarbelakangnya, dapat dipahami mengapa mereka sangat kuat dalam tradisi Taurat dan sunat].
10.  Saat pertukaran pikiran [ boleh dibaca perdebatan ] ini telah berlangsung lama dan mungkin tidak ada kesepakatan berdirilah Petrus dan memberikan argumentasinya yang isinya:
a.       Petrus adalah pilihan Tuhan [mari kita ingat saat Tuhan Yesus memilih/memanggil para murid, satu diantara keduabelas murid itu adalah Petrus, lih. Mat.3:18-22, Mrk.1:16-20, Luk.5:1-11].
b.      Sebagai pilihan Tuhan, tugasnya adalah supaya bangsa-bangsa mendengar berita Injil dan percaya. Lih. Amanat agung dalam Mat.28:19-20.
c.       Allah menerima bangsa-bangsa lain (ay.8).
d.      Allah mengaruniakan Roh Kudus kepada semua orang tanpa membedakan satu dengan yang lain (ay.8-9).
Berdasarkan tindakan Allah tersebut, Petrus menyatakan pendapatnya tentang orang-orang lain.
a.       Memaksakan kehendak (dalam hal ini praktek sunat) kepada orang lain menjadi statemen yang salah dan keliru. Petrus menyebut tindakan tersebut sebagai…mencobai Allah (ay.10).
b.      Pemaksaan Sunat itu, adalah meletakkan kuk  pada semua orang, yang jelas-jelas tidak dapat dipikul, baik oleh nenek moyang mereka dan mereka sendiri.  Keselamatan bukan persoalan sunat atau tidak. Hal itu justru menjadi penghambat/beban/kuk.
c.       Keselamatan itu adalah Kasih Karunia Tuhan Yesus Kristus.
Karisma yang dimiliki oleh Petrus melalui kuasa Roh Kudus membuat suasana panas dan tegang menjadi tenang. Bukti-bukti Alkitabiah yang dipaparkan oleh Petrus, agaknya membuat para peserta seperti disegarkan dan diingatkan kembali akan makna kehadiran Yesus Kristus. Itulah yang membuat seluruh peserta terdiam/diam, ay.12.
11.  Setelah suasana agak kondusif, Paulus dan Barnabas member kesaksian melalui segala tanda dan mujizat yang dilakukan oleh Allah dengan perantaraan mereka kepada seluruh bangsa-bangsa.
12.  Setelah Paulus dan Barnabas selesai berbicara, maka berbicara jugalah Yakobus dengan argument yang jitu. Yakobus adalah saudara Yesus dan pemimpin jemaat Yerusalem yang disegani. Argument Yakobus ini mempergunakan terjemahan Yunani dari Kitab Amos 9:11-12. Para Nabi sudah menubuatkan hal ini. Yakobus memakai kutipan Amos ini untuk menekankan bahwa Kitab Suci menubuatkan pembangunan kembali Israel dan kemudian pertobatan sisa umat manusia kepada Tuhan Yesus. Dengan kata lain, Kitab suci menubuatkan dalam Kis 1-6 (pembangunan kembali Israel0 dan 11-15 (pertobatan bangsa lain). Semua sesuai dengan rencana Allah. Maka dari itu, orang Kristen hendaknya tidak menghalang-halangi pertobatan bangsa lain, ay.16-17. Segala bangsa yang tidak mengenal Allah akan mencari dan akan disebut Tuhan sebagai milikNya. Menurut Yakobus ada tradisi Yahudi dan non Yahudi yang harus dikompromikan tanpa harus dipertentangkan, sebab keselamatan bukan muncul dari perbedaan itu, tapi adalah Kasih Karunia, Anugerah, Sola Gratia dari Tuhan Yesus melalui kematian dan kebangkitanNya.
13.  Keselamatan adalah Anugerah yang terindah dari Tuhan Yesus Kristus. Untuk itu, sebagai orang percaya tugas kita adalah memperlihatkan buah-buah iman dalam kehidupan sehari-hari, tidak menjadi sandungan bagi orang lain. Tuhan menyelamatkan semua orang yang percaya dari semua golongan, suku dan bangsa. Inilah berita yang menjadi sukacita itu, sebab karya keselamatannya menjadi milik dunia yang universal ini. Jubilate: bersukacitalah, marolob-olobma. Amen.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

tuliskan komentar anda!