Selamat Datang di Blog saya! Tuhan Memberkati...

SALAM DAMAI DALAM KASIH TUHAN SEMOGA BLOG INI BERMANFAAT GBU

Senin, 07 November 2011

Mengenal Kristus = Mengerjakan PerintahNya!


Minggu 11 APRIL 2010 (QUASIMODOGENITI = SONGON DAKDANAK NA BARU TUBUH)
Teks Ambilan              : 1 Yohanes 2:1-6 (KJ 376:1+3), (KJ.375:1)
Sibasaon                      : Mazmur 8-2-7
Topik mingguan          : Pasca – Paskah seperti bayi yang baru lahir (1 Pet 2:2)
bahan sermon, 9 pebruari  2010
Mengenal Kristus = Mengerjakan PerintahNya!

1.      Surat 1 Yohanes ini, jika dilihat secara utuh, sesungguhnya tidak dapat disebut sebgai sebuah surat, karena buku ini tidak memiliki suatu pembukaan [seperti Ibrani] dan penutup dalam suratnya. Alamat surat ini digambarkan secara pribadi dan langsung (2:1, 7-8, 12, 18, 21, 26). Ada yang menyebut surat ini lebih berbentuk homily, surat peringatan, traktat atau manifesto. Tapi, dari gambaran surat ini secara menyeluruh,  pengarang ingin menyapa para pembaca dengan situasi khusus yang dikenalinya dengan baik.

2.      Latarbelakang pembaca/penerima surat ini adalah bahwa mereka terancam oleh ajaran sesat yang para pengikutnya bukan dari kalangan Jahudi dan non Jahudi, melainkan mengaku sebagai orang Kristen (orang dalam). Mereka inilah yang menolak tentang Tuhan Yesus (4:2-3), menganggap diri tidak berdosa (1:8),  menolak Perjamuan Kudus (5:6). Mereka ini disebut sebagai nabi-nabi palsu bahkan sebagai Anti Kristus (4:1). Dari cirri-ciri khas di atas, mereka digolongkan berasal dari kaum Gnostik.

3.      Pesan khusus surat ini adalah konfrontasi terhadap ajaran Gnostikisme, maksudnya ialah mempertahankan Gereja dalam pengakuan iman yang benar (2:22). Pertama-tama hal ini berarti mengakui kemanusiaan Yesus Kristus sebagai perantara Allah dengan manusia.

4.      Ada tiga hal yang menarik dalam surat ini. 1. Allah adalah Terang, yang dinyatakan dalam 1:5, sebuah pernyataan yang khas injili (Yoh.8:12; 9:5). 2. Yesus sebagai korban doa/ perantara. 3. Anak-anak (2:1). Surat ini banyak menekankan kata “anak-anak” bukan karena system hirarki tapi lebih ke subsatnsi bahwa mereka [yang menyebut dan disebut] memiliki hubungan yang intim dan akrab, dan juga mau menyebutkan bahwa penulis ini memiliki tanggungjawab yang besar atas mereka.

5.      Ayat 1. Penulis menyebut mereka adalah anak-anak dengan maksud seperti di atas dengan sebuah anjuran dan permintaan supaya mereka ynag membaca surat ini tidak jatuh ke dalam dosa. Namun demikian, bagi manusia yang berdosa, kemungkinan untuk dipulihkan menjadi sangat besar melalui perantaran Kristus. Ini adalah hal yang mustahil sebelumnya.

6.      Kehadiran Kristius ditekankan sebagai perantara khusus Allah Bapa ke dunia ini untuk menyatakan bahwa pekerjaanNya bukan hanya dibatasi ruang dan tempat tapi sangat global, Am dan Rasuli. Tuhan Yesus telah menjadi milki semua (universal). Karena itu, bagi yang mempercayaiNya, status Kristus sebgai perantara pun berfungsilah, terhadap siapa saja (2).

7.      Orang yang percaya kepadaNya pasti memiliki cirri-ciri khusus dan umum. Hal itulah yang hendak ditegaskan di ay 3 ini. Cirri khususnya adalah jika kita taat/ menuruti perintahNya. Apa perintahNya tentu kita bisa lihat karya-karya Kristus di dunia ini melalui khotbah dan tanda-tanda ajaib yang pernah dilakukanNya. Agakanya tanda-tanda itu tidak dituliskan di sini, sebab pembaca atau penerima surat ini diyakini telah mengetahui apa saja isi perintah Yesus itu.

8.      Ay.4.  mengenal Tuhan Yesus berarti menjalankan perintahNya. Mengenal saja tidak cukup! Harus ada pembuktian dari pengakuan bahwa manusia mengenalNya.  Jika mengenal tapi tidak menuruti perintahNya disebut sebagai pendusta/parladung, dan tidak memiliki kebenaran. Tapi bagi yang tata dan menuruti perintahNya, maka didalam dirinya sempurnalah Kasih Kristus. Karena itu di ayat 6. Dtegaskan kekrsitenan bukan hanya masalah pengetahuan. Kekristenan menuntut hidup yang sesuai dengan kasih Allah yang kita klaim mengenal dan memahamiNya. Jadi wajib hukumnya bagi orang yang mengatakan bahwa ia ada dalam Dia, wajib hidup sama seperti Kristus yang telah hidup. [ hal inilah yang tidak ada pada orang Kristen aliran gnostik, ,mereka hidup dalam pengetahuan tapi tidak dalam iman].

9.      Paska – paskah ini, kita seperti bayi yang baru lahir, putih dan bersih. Kita baru saja mengalami sebuah karya besar Allah dalam sejarah manusia, yaitu: penebusan dan pembebasan.  Oleh karena itu, sangat wajar kiranya bila kita member respeek dan hormat atas segala karya Tuhan itu, dengan hidup seturut dengan FirmanNya, supaya sempurna kasih Allah dalam hidup kita. Amen.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

tuliskan komentar anda!