Minggu 27 Juni 2010 (4 dob Trinitatis)
Teks Ambilan : 1 Petrus 3:13-17
Sibasaon : Parambilan 3:16-22
Topik mingguan : Masalah-masalah Global 4; ketidakadilan/kekerasan sosial
bahan sermon,25 Juni 2010
sabarlah dalam Penderitaan!
1. Surat 1 Petrus adalah sebuah surat yang sangat Pastoral, karena tujuannya untuk menyemangati orang-orang Kristen menghadapi masalah riil dan krisis yang menyerang hidup mereka sehari-hari. Yesus digambarkan adalah pola hidup pastoral yang sejati, termasuk dalam penderitaan.
2. Surat ini dituliskan pada akhir abad I, kira-kira tahun 90-an. Jemaat mula-mula dan penulis surat ini telah melewati masa-masa sulit tahun 60 pada rezim kaisar Nero. Pada masa itu, terjadilah penganiayan yang besar dan hebat terhadap Gereja dan orang Kristen. Dan, secara khusus surat inipun berisikan kesan-kesan dan pesan-pesan Pastoral yang dilatarbelakangi situasi yang sulit untuk menyemangati orang-orang Kristen saat menghadapi krisis.
3. Perikop ini pun dibuka dengan pola pastoral untuk menghadapi penderitaan dengan sabar.
a. Berbuat baik. Hal-hal baik adalah ajaran universal yang tumbuh dari setiap komuntas. Kebaikan sesungguhnya ada dalam setiap ajaran sosial. Semua orang pasti menyukai orang-orang yang baik. Sebagai orang Kristen, kebaikan bukan hanya untuk orang berlaku baik saja, tapi untuk orang yang jahat juga.
b. Menyatakan kebenaran. Tugas yang satu inipun harus dikerjakan dengan baik, cara-cara yang baik. Kebenaran yang harus dinyatakan adalah kebenran Kristus, karena itu segala resiko untuknya, tidak akan menjadi persoalan, dihadapi dengan berani tidak gentar.
c. Mengkuduskan Kristus. Semua hidup orang-orang percaya adalah berdasarkan kebenaran Kristrus, karena itu hal yang utama dalam menjalani hidup ini adalah mempercayaiNya sebagai Tuhan. Inilah yang harus mereka pertanggungjawabkan. Jelas caranya adalah dengan teladan Kristus yaitu: lemah lembut, hormat, dengan hati nurani yang bersih dan murni. Inilah cara yang Kristiani menghadapi para pemfitnah dan yang menganiayai mereka.
d. Menderita dalam kebaikan. Jika cara-cara diatas pun tidak diterima, maka orang-orang percaya harus mempersiapkan diri mereka menghadapi penganiayaan dan penderitaan. Jika harus menderita, karena Kristus maka pilihannya adalah menerimanya daripada menderita karena kejahatan. Toh, sebagai orang Kristen mereka tidak disukai, dan mengalami penderitaan maka pilihan yang bijak adalah menderita dalam Kristus.
4. Jelas bahwa orang-orang Kristen akan menjadi pusat kontroversi public [tidak disukai], tetapi hal itu tidak bisa menjadi alasan untuk takut. Jika orang-orang Kristen harus dipersalahkan, hendaknya mereka harus siap untuk menjadi saksi kebenaran dan memakai situasi itu menjadi media pewartaan (lih.Mrk 13:9-11; Mat 10: 16-21).
5. Untuk itu, mereka dituntut untuk hidup secara saleh, kudus dan harus berbeda dengan orang lain dan inilah kesaksian mereka sebagai orang percaya kepada Kristus [ kelak kekejaman dan penderitaan mereka menjadi Berita Injil yang menakjubkan sebab mereka tidak melawan dan membalaskan kejahatan yang mereka terima, disinilah para martir menjadi para misionaris ].
6. Menjadi orang Kristen adalah pilihan yang sulit di negeri ini. Ada diskriminasi bahkan kekerasan dan perlakuan yang tidak adil. Ijin mendirikan rumah ibadah (Gereja) jauh lebih sulit dari ijin mendirikan pabrik-pabrik bahkan tempat hiburan. Selain itu, ekspresi beribadahpun kadang tidak mendapat tempat. Firman Tuhan inipun hendak mengajak serta menguatkan kita untuk menghadapi hal-hal sulit dengan cara-cara Kristus.
7. Melakukan seluruh perintah Yesus Kristus, sesungguhnya akan memudahkan orang-orang Kristen untuk diterima di masyarakat. Memperlihatkan kasih secara tulus adalah salah satu perintah itu. Tapi, nampaknya gaya orang-orang Kristen banyak yang tidak memperlihatkan cirri dan cara Krsitus itu.
8. Melalui firman ini, kita diingatkan untuk mempersiapkan diri menghadapi berbagai kemungkinan kekerasan, penganiayaan, dan perlakuan yang tidak adil, dengan cara yang baik, penuh kasih sebab untuk itulah semua orang percaya dipanggail di dunia ini. Amin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
tuliskan komentar anda!