Minggu 20 Juni 2010 (3 dob Trinitatis)
Teks Ambilan : Yohanes 14:1-3
Sibasaon : 5 Musa 11:13-21
Topik mingguan : Masalah-masalah Global 3; krisis perumahan/ tempat tinggal
bahan sermon,18 Juni 2010
ADA TEMPAT DI RUMAH BAPA!
1. Sama dengan Injil Sinoptik (Matius, Markus dan Lukas), Injil Yohanes inipun mendeskripsikan perjalanan hidup Yesus dari permulaan sampai penyaliban dan kebangkitan. Kabar baik yang mau disampaikan sebagai pesan surgawi disini adalah bahwa Karya Tuhan Allah selalu hadir dalam sejarah peradaban manusia. Termasuklah di dalamnya Karya Keselamatan melalui Yesus Kristus yang dituliskan semua Kitab Injil.
2. Karya keselamatan ini pula yang sedang diberitakan melaui perikop ini. Jika kita lihat ke belakang, nampaknya kebersamaan antara Yesus dan para murid akan berakhir. Yesus tahu bahwa saatNya sudah tiba..(lih.13:1).
3. Saat-saat terakhir antara Yesus dan para murid bukan berarti akan terputusnya hubungan antara mereka, tapi untuk membentuk hubungan/status yang baru [ dalam seluruh Injil, dicatat bahwa peristiwa kematian, kebangkitan dan kenaikan Yesus ke surga adalah bagian dari pemulihan hubungan yang baru ].
4. Jelas, terlihat kesedihan mendalam yang terbaca oleh Tuhan Yesus dari para Murid. Untuk itu, Yesus memanfaatkan waktu yang sedikit ini untuk meneguhkan hati dan iman mereka. Di Fasal 13, Yesus membasuh kaki murid-muridNya supaya mereka juga mendapat bagian dalam karya Yesus (13:8). Sesudah itu, Yesus memberi mereka perintah Baru, supaya mereka saling mengasihi (13:34). Ini adalah tanda yang hakiki kemuridan mereka.
5. Tapi, para murid tidak tahu dan belum mengerti apa yang sedang dan akan terjadi ini. Mereka hanya merasakan bahwa Guru mereka akan pergi dan mungkin dipahami akan meninggalkan mereka selamanya [kekuatiran ini yang diperlihatkan oleh Petrus, sampai ia berani memberikan nyawanya untuk gurunya yang kemudian akan dihianatinya juga 13:36-38].
6. Yesus melihat bahwa secara umum mereka sedang kuatir, sedih dan gelisah. Hal ini tentu didasari oleh kurangnya pemahaman mereka tentang arti kehadiran Kristus di dunia ini juga dalam hidup para murid. Justru perpisahan ini lah yang akan menghilangkan kekuatiran mereka. Misi Yesus di dunia hampir selesai. Misi ini jugalah yang harus mereka pahami supaya tidak larut dalam kesalahpahaman yang membuat mereka sedih.
7. Ayat. 1. Untuk itu, Yesus menekankan supaya: Mereka tidak Gelisah! Sedih, berduka dan kuatir! Secara manusiawi, tentu para murid akan gelisah dengan pernyataan-pernyatan Tuhan Yesus akan perpisahan mereka ini [jika di runut ke belakang, suasana ini terbangun sangat dramatis, Yesus membasuh kaki mereka dan memberikan pernyataan tentang perpisahan dalam suasana yang tidak lazim, Yesus menyatakan akan pergi. Tentu suasana ini ikut membangun kesan kesedihan yang mendalam]. Di tengah suasana yang menjadi haru biru ini Tuhan Yesus menekankan perlunya Iman. Iman kepada Allah, juga iman kepada Yesus Kristus. Artinya, menghadapi situasi yang sulit dan menggelisahkan, Yesus ingin mereka mempersiapkan Iman percaya mereka.
8. Ayat. 2. Kepergian Tuhan Yesus ke rumah Bapa di surga hendak menpersiapkan tempat. Tempat inilah yang menjadi jalan keselamatan. Menjadi tempat tinggal orang-orang percaya. Janji ini juga yang akan menhilangkan kegelisahan hati mereka, bahwa ini bukanlah perpisahan tapi, sebuah permulaan untuk kehidupan baru dalam misi Kristus di dunia ini.
9. Ayt. 3. ..Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat dimana Aku berada, kamupun berada. Jadi semakin jelas bahwa kepergian Tuhan Yesus bukanlah dalam arti perpisahan, pergi dan tak kembali. Justru, Yesus akan datang kembali dan membawa para murid yang setia bersamaNya.
10. Mungkin akan menyedihkan dan menggelisahkan, jika kita hidup dalam situasi seperti yang dialami oleh para Murid dan Tuhan Yesus. Tapi, firman ini hendak mengingatkan kita bahwa Tuhan Yesus sudah mempersiapkan segala sesuatu yang tidak ada di dunia ini dalam kerajaanNya. Jika kita memiliki rumah atau tempat tinggal yang nyaman di dunia ini, itu masih jauh lebih kecil dari rumah Bapa di surga, atau jika di dunia ini kita adalah orang-orang yang masih menumpang dan tidak memiliki rumah tempat tinggal, maka Yesuspun berpesan bahwa hal itupun ternyata bukanlah sesuatu yang patut digelisahkan, sebab Rumah Tuhan jauh lebih besar dan tersedia bagi semua orang percaya. Amin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
tuliskan komentar anda!