Selamat Datang di Blog saya! Tuhan Memberkati...

SALAM DAMAI DALAM KASIH TUHAN SEMOGA BLOG INI BERMANFAAT GBU

Senin, 07 November 2011

Supaya Kita menjadi satu dalam Kristus!


Minggu                                    : 13 Set. Trinitatis
Ambilan                      : Yohanes 17:14-23
Sibasaon                      : Rom 15:5-9
Bahan sermon tgl 4 september 2009

Supaya Kita menjadi satu dalam Kristus!
1.      Salah satu ciri khas dari Tuhan Yesus dalam pelayananNya di dunia adalah; Ia sangat setia menjalin hubungan dengan Allah BapaNya lewat doa (lih. Mat.14:23, 26:36, Mrk 1:35, 6:46, Luk 6:12, 9:28, Yoh 17:9). Selain lewat doa, Tuhan Yesuspun setia melaksanakan misi dari BapaNya: “...sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak”, (lih. Yoh.5:19).

2.      Tuhan Yesus tidak pernah keluar dari kesatuan yang utuh dengan Bapa. Saat menjadi manusia seutuhnya, Tuhan Yesus menjalani tugas itu tanpa sedikitpun cela. Sempurna! Kesempurnaan itu terlihat dari seluruh hidupNya, baik saat berkhotbah, melakukan mujijat, pun saat sakral maut sangat menyiksa di Bukit Calvari. Semua dilalui dengan sempurna dalam hubungan yang tetap terjalin dengan Bapa di Suge. Kesempurnaan-Nya itulah yang menghadirkan keselamatan bagi dunia ini.

3.      Perikop ini (Yoh 17:14-23), sering kita kenal sebagai “doa Yesus bagi murid-muridNya” sebelum Dia ditangkap di Taman Getsemani (psl 18). Agaknya doa ini juga adalah doa perpisahan dan pemberangkatan Yesus menuju kesempurnaan di Calvari.
4.      Setelah percakapan antara Yesus dan Bapa di suge ay.1-5, sekarang tibalah saatnya Yesus berbicara [berdoa] secara khusus kepada murid-muridNya.

5.      Bagi para murid inilah Yesus berdoa pada saat keberangkatanNya dalam ay.9-19. Ia berdoa secara khusus:
·         Peliharalah mereka dalam namaMu yaitu namaMu yang telah Engkau berikan kepadaKu (ay.11).
·         Supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita (ay.11)
·         Supaya penuhlah sukacita-Ku di dalam diri mereka (ay.13)
·         Supaya Engkau melindungi mereka dari yang jahat (ay.15)
·         Supaya kuduslah mereka dalam kebenaran (ay.170.
6.      Permintaan Yesus bagi para muridNya adalah supaya mereka dilindungi oleh kuasa Allah yang besar (yang akan diperlihatkan dalam 18:6); bahwa kesatuan mereka menyerupai dan berdasar pada kesatuan erat dari Bapa dan Anak; bahwa kesedihan mereka akan berubah menjadi kegembiraan ilahi; bahwa Anak mencerminkan Bapa; bahwa mereka dijaga dari penguasa dunia ini; bahwa mereka dikuduskan – seperti Yesus – dalam penyerahan total terhadap pelayanan Allah, yang akan menjadi utusan ke dalam dunia (ay.18-190.
7.      Untuk masa depan para Murid (ay.20-23), Tuhan Yesus memohon karunia pokok – agar menjadi satu, supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau ya Bapa. Di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau,... agar mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu: Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku, agar mereka sempurna menjadi satu (21-23). Jadi jelas maksudnya adalah hanya melalui bukti persatuan kasih ini, pengutusan ke dalam dunia (ay.18) menjadi efektif, karena hanya berkat persatuan kasih yang kelihatan dari para murid, dunia dapat percaya (ay.21) dan dapat mengetahuinya (ay.23), bahwa Bapa telah mengutus Yesus dan bahwa kasih Bapa dapat ditemukan dalam diri para murid seperti yang ditemukan dalam diri Yesus sendiri (ay.23)
8.      Doa Yesus ini akhirnya bisa kita simpulkan sebagai berikut: supaya para Murid tetap dalam pemeliharaan Allah Bapa [walau dunia menolak/membenci mereka], supaya para murid tinggal dalam dunia [walau bermacam pergumulan, kesulitan – Yesus tidak meminta supaya mereka dipisahkan dari dunia, tapi hidup di dalamnya – memenangkannya], supaya para murid hidup dalam kekudusan Firman Tuhan [hanya kebenaran Firman Tuhanlah yang mampu menguduskan hati dan semangat para murid untuk memberitakan Injil], dan supaya terjalin kesatuan secara universal melalui seluruh buah pekerjaan Roh Kudus dalam semangat para Murid bermissi.
9.      Lewat doa Yesus dalam perikop ini, kita dapat melihat betapa akrabnya Yesus dengan Allah Bapa dan betapa peduli dan bertanggungjawabnya Yesus kepada para murid. Rasa kesatuan antara Yesus dan Bapa itulah yang diminta juga menjadi milik para Murid dan bagi orang percaya, supaya kerajaan Allah hadir di dunia ini dalam damai sejahtera sugewi. Amin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

tuliskan komentar anda!