Selamat Datang di Blog saya! Tuhan Memberkati...

SALAM DAMAI DALAM KASIH TUHAN SEMOGA BLOG INI BERMANFAAT GBU

Senin, 07 November 2011

Hamba Tuhan – Pelayan Tuhan!


Minggu                        : 15 Set. Trinitatis
Ambilan                      : 2 Korintus 11:6-16
Sibasaon                      : Yeremia 26:7-14
Bahan sermon tgl 18 september 2009
Hamba Tuhan – Pelayan Tuhan!

1.      Dalam tulisan-tulisan Paulus, tidak terdapat ciri manusiawi yang lebih bersemangat dari Rasul besar ini daripada dalam Surat II Korintus. Disini kita mendapati kesaksian pribadi Paulus, reaksinya yang begitu menyala jika ia tidak dipercaya dan dipersalahkan serta prihatin terhadap suatu jemaat yang sangat ia kasihi. Secara garis besar, Paulus menggambarkan profilenya sendiri yang memungkinkan kita melihat kedalaman sifatnya yang sensitif dan kepekaan perasaanya terhadap orang lan. Ada tiga pokok perhatian yang peka dalam surat ini yakni; apologia/pembelaan diri Paulus, penekanan atas penderitaan dan tekanan mengenai perlunya kolekte.

2.      Pada konteks itu, Paulus harus memberikan pembelaan dirinya atas berbagai tuduhan akan kerasulannya, termasuk ketika ia dibandingkan dengan para rasul lainnya (lih 11:5 “tetapi menurut pendapatku sedikitpun aku tidak kurang dari pada rasul-rasul yang tak ada taranya itu”). Banyak orang mulai masuk ke dalam penilaian subyektifitas terhadap Paulus. Jemaat mulai lupa  bahwa Gereja bertanggungjawab memelihara kehidupan beriman warganya melalui Pemberitaan Firman dan Perjamuan Kudus. Dan agar proses itu berjalan dengan baik, Kepala Gereja (Yesus Kristus) memanggil para pelayan Gereja (Hamba Tuhan) seperti Paulus dalam Efesus 4:11. Jemaat lalu terkecoh dengan banyak pelayan dan gayanya masing-masing. Paulus yang tidak pandai berkata-kata (baca: Berkhotbah), cenderung tidak disukai. Padahal semua memiliki karunia/karisma/talentanya masing-masing [pada saat itu, bermunculan rasul-rasul palsu, yang gaya dan performance-nya, mengikuti selera yang berkembang, lalu mereka populer]

3.      Paulus pernah meminta jemaat di Korintus agar membantu jemaat yang menderita di Yerusalem (2 Kor 8:1-15). Kemudian timbul kecurigaan jemaat Korintus bahwa sumbangan tersebut tidak semuanya diserahkan oleh Paulus ke jemaat Yerusalem. Hal ini membuat pertentangan dalam jemaat; antara anggota dan Pejabat Gereja/Hamba Tuhan (2 Kor 12;16-18). Isu ini dihembuskan oleh orang-orang [termasuk rasul palsu] untuk mendiskreditkan Kerasulan Paulus.

4.      [agaknya] kasus diatas membuat Paulus tidak mau menerima bantuan keuangan dari Jemaat Korintus. Ia hanya menerima bantuan dari jemaat sesudah ia lama bekerja di situ. Ia berterimakasih kepada jemaat Makedonia (jemaat miskin; lih. 2 Kor.11:9, Flp 4:10-20), atas bantuan dan dukungan mereka. Namun uang bukan menjadi hal yang utama dalam proses pelayanannya. Ia berjuang untuk membebaskan diri dan memenuhi kebutuhan sendiri sehingga ia tidak terikat atau tergantung hanya kepada jemaat yang mampu membiayai karya Misi Tuhan dalam pelayanannya (dalam kontek ini, ia bekerja sebagai tukang tenda, Kis 18:1-3). Hal inilah yang dianggap rendah bila dibandingkan dengan para rasul yang lain oleh orang Korintus.  untuk itulah, Paulus memberi jawab bahwa yang dilakukannya untuk meninggikan mereka (ay.7).
5.      Jadi tidak benar, dengan asumsi demikian, Paulus lebih rendah dari rasul yang lain (baca Ayat 21-30). Dalam konteks kasih dan tanggungjawab, Paulus tidak akan mundur bermisi di Korintus yang telah disusupi oleh para rasul palsu, pekerja-pekerja curang, yang menyamar sebagai rasul-rasul Kristus. Justru inilah saatnya Paulus menjelaskan Kristus kepada orang Korintus dan para rasul palsu itu. Kasus ini tentu tidak akan mengherankan Paulus, sebab iblispun menyamar sebagai malaikat terang.
6.      Kemampuan berkata-kata, mungkin bukan miliknya tapi yang jelas Paulus adalah rasul pilihan Tuhan Yesus. Pilihannya atas kemandirian bermissi dan tidak mau menjadi beban bagi orang Korintus bukan pula pilihan yang bodoh, tapi justru memperlihatkan kepada orang Korintus bahwa melakukan pekerjaan Tuhan tidak akan terhalang oleh ketergantungan materi dunia ini.
7.      Terkadang banyak para hamba Tuhan yang kelihatan bodoh, atau dianggap bodoh karena menjauh dari kepentingan dunia/materi dan ketidakcakapan intelektual, sehingga banyak orang memberikan klaim, pendeta ini bodoh, tidak pintar, miskin dsb.  Pada sisi yang lain, hamba Tuhan yang rapi, berdasi, pintar, dan megah dunia lebih diterima.

8.      Bukankah setiap hamba Tuhan adalah pilihan Tuhan  dalam pelayananNya di dunia ini. Untuk itu, tempatkanlah para hamba Tuhan sebagai hamba Tuhan bukan hamba dunia. Dan awas, ada banyak yang mengaku hamba Tuhan, tapi bukan dari Tuhan, mereka palsu. Amen.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

tuliskan komentar anda!