Selamat Datang di Blog saya! Tuhan Memberkati...

SALAM DAMAI DALAM KASIH TUHAN SEMOGA BLOG INI BERMANFAAT GBU

Selasa, 08 November 2011


Minggu 23 Mei 2010 (Pentakosta I: Pesta Pardingatan Parroh ni Tonduy Napansing)
Teks Ambilan              : Joel 2: 28-32
Sibasaon                      : Ibrani 8:8-13
Topik mingguan: Pentakosta/ pencurahan Roh Kudus/ Minggu-Pesta Sekolah Minggu
                                      
bahan sermon,21  Mei 2010
Roh Kudus membawa Pembaharuan!
1.      Tidak terlalu banyak informasi tentang Nabi Yoel[nama Yoel adalah: Yahwe adalah Allah], ia hanya menyebut nama ayahnya, Petuel dan tidak informasi tentang sejarah pribadinya(1:1). Yerusalem dan secara khusus Rumah Allah [Bait Allah], menarik perhatian Nabi Yoel ini (lih. Yl 1:9, 13-14, 16; 2:14-17, 32; 3:1, 6, 16-17) menjadi indikator bahwa ia adalah warga kota itu dan adalah seorang Nabi dalam Rumah Tuhan [Pejabat dalam Bait Allah].
2.      Judul dari kitab ini tidak menunjukkan latarbelakang kronologis dari Yoel. Namun para Teolog menginsyaratkan bahwa kitab ini berasal dari masa sebelum pembuangan Babel kira-kira tahun 400 -350 SM.
3.      Sejarah kejatuhan bangsa Israel  ke dalam dosa dan datangnya hukuman dari Tuhan sekaligus seruan untuk pertobatan dan pemulihan Israel, kembali menjadi thema kitab Yoel ini. Memang tidak dijelaskan secara spesifik dosa dan pelanggaran apa yang dilakukan oleh Israel, sehingga Allah murka dan menghukum mereka. Tetapi melalui seruan nabi ini, kita menemukan bahwa ada hal yang serius yang sedang terjadi dalam hubungan antara Israel dengan Tuhan Allah. Mereka mulai tidak memperhatikan Tuhan Allah. Agama menjadi formalisme. Seperti biasa, prilaku seperti ini mendapat hukuman dari Tuhan Allah. Hukuman atas mereka  dijelaskan secara terperinci, yaitu: datangnya rombongan belalang yang merusak dan memusnahkan alam. Bencana itu begitu dahsyat, sehingga seluruh penghuni alam: manusia, hewan, tumbuhan menjadi rusak (lih. 1:1-2:17).
Ada empat kelompok yang disoroti karena mendapatkan dampak dari hukuman itu. A. peminum anggur (1:.5-7) disuruh meratap karena anggur kehilangan manisnya. Belalang menghancurkan pohon anggur. B. (1:8-10) kelompok kedua tidak disebutkan secara khusus, barangkalo seruan kepada seluruh umat. Terjadi kedukaan pribadi yang mendalam, yang dianalogikan anak dara yang beriliitkan kain kabung. C. pekerja ladang dan pemeras anggur (1:11-12) disuruh malu  dan  meratap. Kerja mereka menjadi sia-sia. Tanah yang kerap ditafsirkan sebagai berkat Tuhan bagi Israel, sekarang menjadi tanah terkutuk. D. para imam (1:13-14) didorong untuk “ melilitkan kain kabung…menangis…meratap” semua itu menggambarkan betapa dahsyatnya hukuman yang akan ditimpakan bagi mereka.
4.      Nabi yang melihat bahaya besar dibalik bencana ini, pada akhirnya menyatakan suara kenabiannya. Ya, suara kenabian harus dinyatakan. Secara lugas dan tegas, Nabi Yoel menyerukan seruan untuk bertobat. Rasanya pertobatan yang sungguh-sungguh saja yang memungkinkan Tuhan berbalik dan mengampuni mereka (lih. 2:12-17). Nabi secara khusus meminta pertobatan nasional, menyeluruh dan bersama-sama kepada Tuhan Allah. Agaknya, hukuman ini sangat mengerikan sehingga Nabi Yoel meminta bangsa itu untuk bertobat kepada Tuhan Allah.
5.      Dalam 2:18-27 disebutkan bahwa Tuhan yang dipahami Yoel sebagai Maha Pengasih dan Penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia (lih.2:13) pada akhirnya memberikan janji pemulihan kepada bangsa yang bertobat. Artinya, seruan pertobatan Yoel akan didengar oleh Tuhan Allah. Berkat Tuhan akan dicurahkan secara phisik. Akan terjadi pemulihan sosial dan ekonomi bagi yang mau bertobat.
6.      2:28-32. Berkat bagi Umat yang bertobat.
Perikop ini secara tematis berkaitan dengan 2:18-27. Keduanya menggambarkan cirri-ciri dari pembaharuan pada masa yang akan datang. 2:18-27 menjelaskna pemulihan dan pembaharuan secara sosial dan ekonomi, perikop ini menceritakan pemulihan dan pembaharuan secara rohani. Kemudian daripada itu (2:28) merupakan peralihan ke kondisi pembaharuan bahwa janji-janji Tuhan terpenuhi. Janji Tuhan itu diperlihatkan melalui tiga berkat, yaitu;
 1. Partisipasi dalam Roh Allah (ay.28-29) semua manusia secara daging akan diubah. Manusia daging memiliki kelemahan, karena itu Tuhan akan mencurahkan RohNya kepada setiap manusia, supaya manusia memiliki kekuatan untuk “bernubuat” yang dijelaskan dengan istilah…mendapat mimpi dan mendapat penglihatan-penglihatan. Jadi pada hari itu, Tuhan akan mencurahkan RohNya kepada semua orang dari berbagai kelas. Secara khusus bagian ini mau menyatakan bahwa partisipasi dalam Roh Allah membuat semua orang sama dalam jemaat. Injil Lukas dan Kisah Para Rasul juga mengutip dan menafsirkan Yl 2:28-32a dalam pidato Petrus di hari Pentakosta (Kis.2:17-21). Bangsa Yahudi dan Yunani  sama-sama memiliki Roh jika mereka percaya kepada Yesus dan dibaptis (Kis. 2:38).
2. Tanda-tanda Kosmis (ay.30-31). Pekerjaan Allah bagi bangsa Israel selama keluaran dari Mesir (tahun 1250 SM) termasuk mujizat dengan darah (Kel. 24:4-8), api dan asap serta gerhana matahari (ay.31a bndk Why 6:12) juga menunjuk pada gambaran tradisional yang dihubungkan dengan hari Tuhan yang menyeramkan. Tanda-tanda kosmis ini akan menjadi berkat jika ayat-ayat ini dipandang sebagai Hari Tuhan yang menyelamatkan.
3. pembebasan (Ay.32). penyelamatan dijanjikan bagi setiap orang yang berseru kepada nama TUHAN (ay.32a) perintahNya meliputi pengakuan akan Dia (Kel.33:19) dan ibadah (Yes 12:4; Mzm 105:1; bndk Za 13:9) dihadapan bangsa-bangsa. Gunung Sion dan Yerusalem menjadi gambaran gunung dan Kota Kudus Allah sebagai tempat keselamatan itu. Artinya berkat keselamatan itu hanya ada dalam kuasa Tuhan yang digambarkan melalui gunung dan kota kudusNya.
     7.    Hari Raya Pentakosta (turunnya Roh Kudus) memberikan jaminan bagi setiap orang yang percaya   akan berkat dan pemulihan dari Tuhan Allah. Yoel mengaitkan kedatangan Roh Kudus dengan Hari Tuhan yang berkaitan dengan keselamatan. Pintu keselamatan sudah dibuka sebagai berkat melalui kuasa Roh Kudus. Semua kutuk, bencana akan diselesaikan dan dipulihkan pada saatnya dan bagi orang yang percaya dan mau bertobat.
     8.    Roh Kudus dicurahkan kepada manusia untuk membantu, menolong setiap pergumulan dan pergulatan manusia untuk  menyelesaikan persoalannya di dunia ini juga persoalan dengan Tuhan. Tuhan sangat mengerti bahwa manusia sangat terbatas dalam banyak hal, karena itu Roh Kudus diutus untuk menyemangati juga menuntun manusia kepada jalan-jalan Tuhan. Amen.










Tidak ada komentar:

Posting Komentar

tuliskan komentar anda!