Selamat Datang di Blog saya! Tuhan Memberkati...

SALAM DAMAI DALAM KASIH TUHAN SEMOGA BLOG INI BERMANFAAT GBU

Selasa, 08 November 2011

Mari Bersaksi!


Teks Ambilan              : Lukas 12:1-12
Sibasaon                      : Mazmur 57:1-4
Topik mingguan: Trinitas
                                      
bahan sermon,28 Mei 2010
Mari Bersaksi!
1.      Peristiwa Pentakosta memberikan gambaran bahwa Tuhan Allah bekerja dalam rentang ruang dan waktu. Kehadiran Roh Kudus menjadi sumber kekuatan dan penghiburan. Roh Kudus menjadi Roh Penolong dan Penghibur (lih. Janji Tuhan Yesus dalam Yoh.14:15-20). Sekarang janji itupun ditepati. Roh Kudus sudah turun dan bersama-sama dengan manusia.
2.      Hal ini juga yang disampaikan Tuhan Yesus saat mengajar para Murid supaya tidak takut bersaksi  dalam perikop ini. Toh, simbol kehadiran Tuhan Yesus tetap ada dan bersama dengan mereka dan akan mengajarkan apa yang harus mereka katakana dan lakukan (lih. 12: 12, bndk. Kel.4:12…Aku akan menyertai lidahmu dan mengajar engkau apa yang harus kau katakan. Demikian Tuhan Allah memberikan penguatan kepada Musa untuk berdiri menjadi wakil Tuhan di tengah bangsa Israel).
3.      Dalam perikop ini, Tuhan Yesus tahu persis akan pergumulan dan tantangan yang akan dihadapi oleh para Murid saat mereka telah siap menjadi rasul. Pengajaran Tuhan Yesus ini secara khusus disampaikan kepada para Murid, untuk menguatkan mereka. Melalui Perikop ini, Tuhan Yesus mengingatkan dan menasehatkan mereka akan beberapa hal yang harus dilakukan:
I.                   Waspada terhadap ragi (ay.1-2).
Walaupun beribu-ribu orang berdesakan di sekitar Yesus, ternyata Dia merasa sangat perlu mengajar, terutama kepada para pengikutNya. Yesus mengenal karakter orang Farisi. Mereka penuh dengan kemunafikan. Yesus memakai ragi untuk menggambarkan sifat-sifat buruk orang Farisi. Ragi adalah bahan yang biasa dipakai untuk pembuatan roti, agar tepung cepat mengembang, dan rasanya menjadi asam. Roti yang dibuat dengan ragi cepat menjadi basi atau rusak. Pengaruh orang Farisi seperti ragi itu, berlangsung sangat cepat, tetapi merusak sebab berisi kepalsuan dan kemunafikan.
Namun, demikian kemunafikan tidak akan pernah tertutupi atau tersembunyikan. Hal ini dijelaskan lagi dengan mempertentangkan gelap dan terang. Terang tidak akan pernah kalah dengan kegelapan (ay.2-3).
II.                Hormat dan patuhlah kepada Tuhan (ay.4-7).
Bagian ini berisi ajaran Tuhan Yesus kepada para pengikutNya agar takut akan Tuhan, karena Tuhan penuh dengan kasih dan berkuasa menentukan hidup atau meti seluruh ciptaaNya.
Ay.4. tantangan yang terberat dalam memikul salib Kristus adalah maut atau kematian. Tuhan Yesus tahu persis beban itu. Oleh karena itu, Dia menasehatkan bahwa bila hal itu terjadi maka,..mereka hanya dapat membunuh tubuh! Tak lebih dari itu. Tubuh phisik boleh hilang tapi iman, roh, jiwa tak dapat dibunuh atau diberangus. Untuk itu, menurut Tuhan Yesus, tak ada yang perlu ditakuti dari ancaman seperti itu.
Ay. 5.  Yang perlu ditakuti adalah Tuhan Allah yang memiliki kuasa untuk melemparkan manusia ke dalam neraka, ke dalam kematian menyeluruh dan selamanya. Kepada Allah yang memiliki kuasa seperti itulah manusia harus menaruh takut/hormat!.
Ay. 6-7. Tuhan Yesus menggunakan burung pipit dan rambut untuk menggambarkan bahwa manusia berharga dihadapan Tuhan. Burung pipit yang dijual sangat murah, tak satupun yang akan dilupakan oleh Allah, apalagi manusia yang mau setia dalam pergumulan dan ketaatan kepada Tuhan.
III.             Mengakui Kristus di depan umum (ay.8-12)
Untuk bisa menjadi berharga di hadapan Allah, Tuhan Yesus meminta pengakuan. Hal ini menjadi penting sebab akan tiba saatnya para Rasul akan berhadapan dengan pemerintah, kekuasaan yang tidak menyukai kehadiran orang-orang Kristen [pengikut Kristus pada jaman Gereja mula-mula mengalami penganiayaan yang hebat. Para Rasul ini pun akan mengalami siksaan dan kematian hanya karena nama Kristus]. Kembali ke ay.4 ancaman kematian yang membunuh jasmani akan diperhadapkan dengan keberanian dan ketaatan untuk mengakui Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat. Yesus mengatakan bahwa barangsiapa yang mengakui Kristus di depan manusia akan diakui juga dirinya di depan malaikat-malaikat  Allah. Begitu juga sebaliknya.
Untuk itu, manusia diajak untuk mendengarkan suara Roh Kudus yang merupakan suara kebenaran dari Allah.  Suara Roh Kudus adalah bimbingan dari Tuhan Allah. Orang yang menolak bimbingan Roh Kudus dalam konteks menghujat tidak akan diampuni. Dalam tradisi Perjanjian Lama kata: menghujat khusus dipakai dalam hal mengucapkan kata-kata yang buruk/jahat/jelek tentang Roh Allah. Orang yang melakukan hal tersebut harus dihukum mati [tuduhan menghujat Tuhan Allah juga yang kelak dipakai Imam Besar dalam Markus 14:64-65, untuk membenarkan pembunuhan Tuhan Yesus, supaya legal proses penangkapan dan penyalibanNya kelak]. Jadi dalam konteks menghujat Roh Kudus berarti menolak seluruh aturan, bimbingan dan arahan dari Tuhan Allah. Bagi yang melakukan hal seperti ini, tentu tidak bisa dimaafkan, sebab sudah menyangkal kuasa Allah dalam dirinya, hidupnya dan sekitarnya.
Ay.11-12. Pada saatnya nanti para Rasul akan ditangkap dan diadili (lih. Kis.4:1-22). Jelas proses untuk menjadi saksi Kristus akan mengalami kesukaran. Para rasul akan ditangkap, diadili dan mati. Kesukaran seperti itu tidak perlu dirisaukan. Pembelaan akan datang dari Tuhan melalui kuasa Roh Kudus yang akan mengajarkan mereka untuk mengatakan kebenaran. Pada saat mereka ditangkap dan diadili, pada saat itu pendampingan Roh Kudus akan bekerja untuk mereka (ay.12). Tuhan mengatakan hal ini untuk member jaminan bahwa tugas-tugas kenabian dalam rangka mengabarkan kabar sukacita melalui kesaksian akan Tuhan Yesus Kristus akan mendapatkan dukungan dan sokongan dari Tuhan Allah.
4.      Minggu Trintas ini adalah minggu Roh Kudus bekerja dan mengajari anak-anak Tuhan akan apa yang harus dilakukan dalam hidupnya. Untuk itu diminta oleh Firman ini loyalitas sebagai anak-anak Tuhan yang tidak pernah takut untuk mensuarakan suara kenabiannya dengan berani menjadi saksi Kristus. Memang akan banyak tantangan, tapi Tuhan menjanjikan pendampingan dan bantuan melalui Roh Kudus. Kebenaran akan Kristus hendaklah diperlihatkan dalam keseharian kita (hidup, kerja, aktifitas) tanpa merasa takut. Kebenran itu hanya bisa diperlihatkan melalui integritas hidup kita yang tetap setia kepadaNya. Amen.

















Tidak ada komentar:

Posting Komentar

tuliskan komentar anda!