Selamat Datang di Blog saya! Tuhan Memberkati...

SALAM DAMAI DALAM KASIH TUHAN SEMOGA BLOG INI BERMANFAAT GBU

Senin, 07 November 2011

Menjadi Manusia Allah: Siminikni Naibata!


Minggu Invokavit (diloon-Ni do ahu, jadi balosanku ma Ia)
Teks Ambilan              : 1 Timoteus 6:11-16 (21 Pebruari 2010)      
Sibasaon                      : Jeremia 10:6-10
Topik mingguan          : kepemimpinan 4: Yesus Kristus, Raja Gereja
bahan sermon, 19 pebruari 2010
Menjadi Manusia Allah: Siminikni Naibata!

1.      1 dan 2 Timoteus dialamatkan kepada Timoteus yang disebut dalam 1 Tim 1:2 sebagai anak yang sah di dalam iman. Timoteus menurut Kis 16:1, adalah anak seorang wanita Kristen Yahudi dan ayah Yunani. Dalam tugas pelayanan, Paulus mengirim Timoteus untuk mengunjungi jemaat-jemaat di Tesalonika (1 Tes 3:1), Filipi (Flp.2:19), dan Korintus (1 Kor.4:17; 16:10). Pada kesempatan-kesempatan tersebut, Paulus dengan bangga memberitahukan kepada Gereja-Gereja bahwa Timoteus setia dan dapat diandalkan.

2.      Dalam 1 Timoteus, pembulaannya (1:1-2 disusul 1:3-20) oleh bagian penggembalaan. Di situ Timoteus dihimbau untuk mengawasi pemberitaan Injil. “ketika aku hendak meneruskan perjalananku ke wilayah Makedonia, aku mendesak engkau tinggal di Efesus dan menasehatkan orang-orang tertentu, agar mereka jangan mengajarkan ajaran lain (1:3).

3.      Jadi Surat ini berbentuk Surat Pastoral/penggembalaan karena secara terbuka berbicara mengenai masalah-masalah yang mengganggu kehidupan jemaat dan menyajikan jalan keluar serta nasihat yang kuat.
Bagian penggembalaan itu disusul oleh suatu bagian yang beriskan petunjuk-petunjuk (2:2-3:13). Pertama-tama bagian itu membahas doa (2:1-15), menyusul himbaun kepada para pejabat (3:1-7: syarat-syarat bagi penilik jemaat, 8-13: syarat-syarat bagi diaken), lalu aturan-aturan Gereja atau kehidupan Kristen (4:1-5) yang cirri khusunya adalah bahwa ia mengacu ke masa depan yang ditujukan oleh Roh. Lalu, pengaturan kehidupan Kristen (5:3-6:2) yang pertama membahas janda (5:3-16), kemudian para penatua (5:17-20). Bagian terakhir (6:3-21) mengandung serangkaian petunjuk penggembalaan dan petunjuk hidup Kristen

4.      Pada akhirnya, Timoteus yang muda ini perlu mendapat sokongan moral dan spiritual dari senior iman/guru imannya untuk melaksanakan tugas-tugas kenabiannya di tengah jemaat yang relatif baru dan penuh dengan dinamika.

5.      Fasal 6 ini menjadi bagian akhir dari kewajiban menerima dan melaksanakan peraturan rumah tangga yang secara umum disebutkan dalam surat ini. Berlawanan dengan para pengajar sesat, Timoteus adalah abdi Allah, yang bekerja untuk kemuliaan Allah. Paulus menegaskan bahwa Timoteus adalah manusia Allah (tetapi engkau hai manusia Allah…). Jelas sekali bahwa kedudukan dan status Timoteus adalah milik dan kepunyaan Allah yang pikiran, ucapan dan tindakannya harus berasal dari Allah. Dan itu harus diperlihatkan melalui: keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan (ay.11). Ia hendaknya mencari keutamaan, terutama keutamaan yang membangun jemaat seperti kesalehan, iman, pelyanan kasih, ketekunan dan kelembutan (lih. 1 Kor.13:4-7). Ajaran yang sejati tidak memecah-belah jemaat dan tidak menyebabkan pertengkaran dan kesombongan.

6.      Tugas Timoteus adalah saksi setia Kristus dan Injil, seperti Kristus menampilkan kesaksian setia di hadapan Pilatus (lih. Luk. 21:12-13). Tugas yang berat semacam ini mempunyai ganjaran yang khusus, yaitu kehidupan abadi (lih. 2 Tim 2:11) ay.12.

7.      Timoteus ditugaskan dan dipanggil untuk menjadi tanpa cacat dan cela, istilah dalam surat ini untuk pelayanan yang setia, tekun dan sepenuh hati. Seperti Paulus, pelaksanaan pengutusan ini dihubungkan dengan kedatangan Yesus saat Dia menyatakan diriNya ke dunia ini. Artinya, pelayanan itu sesungguhnya tidak berperiode tapi sampai akhir, yaitu kedatangan Kristus. Ay. 14.

8.      Tugas pelayan membutuhkan konsistensi dan ketekunan sampai akhir, dan kesetian tidak boleh bersifat temporer tapi selamanya. Tugas itu akan berperiode/berakhir saat Allah memerintah kembali. Dalam ay.15-16 dijelaskan pemerintahan Kristus itu sebagai penguasa satu-satunya, Raja diatas segala raja, tuan diatas segala tuan. Dia satu-satunya yang tidak takluk kepada maut. bagiNya lah hormat dan kuasa yang kekal.

9.      Inilah visi dan misi menjalankan tugas panggilan bagi Timoteus supaya dia menyadari bawa tugas ini bukan untuk nama baik, kehormatan duniawi, tapi semuanya ditujukan untuk kemuliaan nama Tuhan saja. Oleh sebab itu, pelayanan tidak boleh dilakukan dengan setengah-hati, pura-pura, harus dengan sepenuh hati dan terbuka untuk sekali lagi kemuliaan nama Tuhan.

10.   Minggu ini adalah minggu Invokavit (diloon-Ni do ahu, jadi balosanku ma Ia) artinya Allah telah memanggil para hambaNya untuk tugas-tugas pelayananNya, maka para hamba pun melaksanakan perintahNya.

11.  Pelayanan sering menghadapi berbagai tantangan dan pergumulan. Paulus berkata dalam Filipi 4:13: segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang member kekuatan kepadaku. Dalam Alkitab Bahasa Simalungun: haganup do tarhorjahon ahu marhiteihon Ian a margogohi ahu. Amin.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

tuliskan komentar anda!